Otomotif

KIRIM KONTRIBUSI
Pasang Iklan Murah

www.antaraberita.com

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

RahasiaWanita


Tampilkan postingan dengan label Bojonegoro Region. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bojonegoro Region. Tampilkan semua postingan

Ayo Ke Bojonegoro


Bojonegoro Post ~Bulan ini Oktober akan ada perayaan besar yang akan di helat di Kabupaten Bojonegoro, tak hanya bulan ini saja, namun pertengahan bulan September lalu sudah di mulai sanpai bulan November nanti. Perhelatan acara akbar yang terlaksana ini adalah guna untuk memperingati hari jadi Bojonegoro yang ke 337 Tahun.





  • Bendung Gerak Bojonegoro
  • Lapangan Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
  • Lapangan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk (utara pasar kota Bojonegoro).


Bagi Anda Warga  Bojonegoro yang sedang merantau atau sedang di mana aja, pulang dulu ea, kita ramaikan Kota tercinta. Dan jika anda merupakan orang-orang yang mencintai Budaya, yuk berkunjung ke Bojonegoro sekarang.

Berikut beberapa jadwal yang mampu kami muat mulai besok, dan beberapa akan menyusul.
Jadwal Hari Jadi Bojonegoro ke-337

Setelah pagi tadi Karnaval/Pawai Budaya utuk TK/RA/PAUD telah di laksanakan  (10 Oktober), dan besok akan dilanjut Pawai Budaya untuk SMA/SMK/MA, PT, Umum dan peserta dari luar kabupaten Bojonegoro sebanyak 10 kabupaten yang akan ikut meramaikan pawai Hari Jadi Bojonegoro yang ke-337 tahun ini (11 Oktober 2014).


Yang mungkin sangat menarik pemuda-pemudi Bojonegoro adalah Adanya hal  baru di Rangkaian Acara Hari Jadi Bojonegoro tahun ini yaitu Festival Bengawan Bojonegoropada tanggal 14-16 Oktober 2014 bertempat di:
Berbagai kesenian khas Bojonegoro seperti Wayang Thengul, Tari Thengul, Oklik, Gendruwon Ayon-ayon tampil dalam festival ini. Sedangkan pada puncak acara Festival Bengawan Bojonegoro akan digelar Parade Perahu Hias mulai dari Bendung Gerak hingga pelabuhan (tambangan) Desa Banjarsari.



Bojonegoro :: Kasat Brimob Cup Akan Di Mulai Sore Nanti


Bojonegoro Post ~  Sebanyak 20  klub memastikan diri mengikuti Kasat Brimob Cup III tahun 2014. Sore nanti, turnamen yang diselenggarakan dalam memperingati HUT Brimob ke 69 akan dimulai di lapangan AP I Rawi, Sebagaimana di kutip (blokbojonegoro.com) Senin (6/10/2014)

"Sore ini pembukaannya, langsung dibuka oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ady Wibowo," kata Kepala Subden 3 Datasemen C Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Bojonegoro, Akp Edy Suyono.

Menurutnya, dalam pembukaannya nanti juga mengundang Forpimda, tokoh-tokoh kabupaten dan lain sebagainya. Sehingga turnamen tersebut dapat memberikan dampak positif di Kabupaten Bojonegoro.

"Karena melalui sepakbola, diharapkan dapat menghindarkan remaja dari kegiatan-kegiatan yang dapat merusak generasi muda," sambungnya.

Ditambahkan, 20 klub akan merebutkan tropi Kasat Brimob, uang pembinaan Rp3 juta dan piagam bagi juara I. Sedangkan juara II dan juara III mendapat tropi, uang pembinaan Rp2 juta dan piagam, bedanya uang pembinaan juara III hanya Rp1 juta.

Sementara itu, untuk juara IV tidak mendapat piagam hanya tropy dan uang pembinaan Rp750.000. Selain itu, pemain terbaik dan top scor akan diberikan medali, piagam dan uang pembinaan masing-masing Rp250.000.

"Setelah pembukaan, hanya satu pertandingan yakni HW Babat dan IM. Dihari berikutnya nanti, setiap hari ada dua pertandingan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui blokBojonegoro.com, turnamen tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 06 Oktober sampai 07 Nopember 2014. Seluruh pertandingan akan digelar di lapangan sepak bola AP I Rawi Brimob Bojonegoro yang diikuti 24 klub dari dalam dan luar Bojonegoro.

Jadwal pertandingan Kasat Brimob Cup :
- Senin (6/10/2014)
pukul 15.00 WIB, Grup A : HW Babat Vs IM
- Selasa (7/10/2014)
Pukul 14.30 WIB, Grup B : Perkeja Vs Lorengga
Pukul 16.00 WIB, Grup C : Smaga Lamongan Vs Bojonegoro Putra

Sumber : (blokbojonegoro.com)

Presiden SBY Gagal Kunjungi Blok Cepu


Bojonegoro Post - Kabar kunjungan kerja (kunker) Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ke lokasi minyak dan gas bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu, di Bojonegoro, masih simpang siur. Terlebih, adanya wacana baru yang menyatakan bahwa yang melakukan kunker ke kawasan objek vital nasional (Obvitnas) tersebut bukan SBY, melainkan Menteri Perekonomian Republik Indonesia, yakni Chairul Tanjung.

Menurut sumber di lapangan menyebutkan jika tidak ada halangan, Chairul Tanjung di jadwalkan datang di Bumi Angling Dharma pada Rabu (8/10/2014) besok pukul 13.30 WIB. Pejabat kepercayaan dimasa pemerintahan pimpinan fraksi berlambang mercy tersebut akan mengunjungi dua tempat, yaitu Residence (kantor Mobil Cepu Ltd. (MCL)) di Desa takok Kecamatan Kalitidu dan lapangan sumur Banyuurip Blok Cepu yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Gayam.

Sejauh ini, kunker tersebut masih terkesan disembunyikan oleh pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Anak Perusahaan Amerika Serikat, Mobil Cepu Ltd. (MCL). Saat dikonfirmasi terkait perkembangan kabar tersebut, selaku juru bicara perusahaan, Field Public and Government Affairs Manager, MCL, Rexy Mawardijaya enggan membeberkan jawaban dengan detail dan gamblang.

Beberapa waktu lalu sebelum ada pembatalan kunker SBY 11 September 2014, Rexy hanya menjawab sekilas pertanyaan wartawan. "MCL bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait sehubungan dengan rencana kunjungan tersebut," ujar Rexy.

Sebagaimana di kutip (blokbojonegoro.com) ,Hal itu juga sama dikatakan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokoler Pemkab Bojonegoro, Harri Kristianto juga mengaku belum mengantongi jadwal resmi. "Saya belum mendapat info resmi," jelasnya.

Sementara itu, mencuatnya kabar anyar itu membuat berbagai kalangan memberikan tanda tanya besar. Kenapa tidak jadi? Padahal sudah dirancang berbulan-bulan. Bahkan, sebagian besar masyarakat yang berdomisili di sekitar wilayah kerja Banyuurip Blok Cepu, beranggapan tidak jadinya kunker SBY dikarenakan saat ini di Ibu Kota sedang gencar perang politik antara dua kubu, terlebih sejak ditetapkanya RUU Pemilihan Kepala Tidak Langsung.

Batik Sekar Jati Bojonegoro Resmi Jadi Seragam Konferensi Anak Indonesia


Bojonegoro Post  – Sekitar 36 anak-anak hebat dari penjuru nusantara direncanakan bakal menghadap Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada akhir Oktober 2014 ini, mereka adalah generasi bangsa yang terpilih melalui seleksi ketat untuk mengikuti rangkaian kegiatan Konferensi Anak Indonesia. Yang berbeda pada tahun ini, tingkah ceria, sehat dan cerdas mereka bakal lebih beraroma kedaerahan, dan Kabupaten Bojonegoro terpilih sebagai salah satu daerah yang bakal menghantarkan kegiatan mereka selama seminggu di Jakarta tersebut.

Memang, pada tahun ini Bojonegoro tidak ada perwakilan anak, namun batik Jonegoroan bakal menjadi seragam resmi seluruh peserta Konferensi Anak Indonesia 2014.  Batik Jonegoroan sendiri, merupakan salah satu ikon Bojonegoro, yang mulai dikenal sejak pada tahun 2009 lalu.

Motifnya yang unik dan bisa langsung dikenali oleh siapapun yang melihatnya membuat batik Jonegoroan memiliki nilai tambah di mata nasional. Hal ini berkat kerja keras TP PKK Kabupaten Bojonegoro yang getol mempromosikan batik Jonegoroan ke pentas Nasional. Selain TP PKK, pihak lain yang ikut andil membawa budaya Bojonegoro ke pentas nasional ini adalah Griya Batik Jonegoroan, salah satu rumah produksi batik khas Jonegoroan. Menurut Nanik Lusetyawati, isteri pimpinan Griya Batik Jonegoroan yang berpusat di kawasan Jalan Teuku Umar, Kota Bojonegoro, saat ini seluruh persiapan keberangkatan ‘kontingen’ Bojonegoro sudah matang.

“Kami menyiapkan kain batik sepanjang 50 meter yang bermotif daun jati untuk seragam peserta konferensi,” kata Nanik yang kebetulan juga seorang pengurus TP PKK Bojonegoro. Selain sebagai seragam yang akan digunakan, Nanik mengatakan bahwa batik-batik khas Bojonegoro ini juga akan diserahkan sebagai suvenir untuk sejumlah menteri yang akan hadir dalam acara tersebut. Suvenir tersebut berupa selendang batik yang akan dikalungkan oleh peserta konferensi kepada sejumlah tamu undangan, termasuk para menteri dan pejabat negara.

“Sudah dimodifikasi agar menjadi suguhan yang menarik,” terangnya.

Konferensi Anak Indonesia sendiri, setiap tahunnya mengusung tema yang berbeda, pada tahun 2011 lalu Bupati Bojonegoro, Suyoto, juga pernah diundang sebagai pembicara utama. Sementara itu, sebanyak dua kali anak Bojonegoro pernah terpilih sebagai salah satu peserta konferensi, hal ini membuktikan bahwa anak-anak Bojonegoro termasuk generasi muda yang kualitasnya diakui di pentas nasional.

Pada tahun ini, Konferensi Anak Indonesia mengusung tema “Aksi Kecil Hidup Bersih”. Dimana dalam rangkaian kegiatannya, anak-anak terpilih tersebut bakal membuat rumusan melalui karya tulis dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh penting, diantaranya adalah Tjahja Basuki Purnama (Ahok) selaku Gubernur DKI Jakarta.

Sumber : Kanalbojonegoro.com

Pemkab Bojonegoro Kemas Penyuluhan Hukum Campursarian

Bojonegoro Post – Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat pedesaan yang dikemas dengan bentuk seni tradisional drama dan campursari yang dilaksanakan di sepuluh kecamatan mulai September hingga Oktober ini. Sumber dana kegiatan tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) pajak rokok yang sudah ditetapkan dalam APBD Bojoegoro.

Kepala Bagian Hukum Bojonegoro, Moch Cosim menjelaskan, penyuluhan hukum ini merupakan upaya preventif yang dilakukan pemerintah kabupaten dalam membina masyarakat agar memahami hukum dan tidak melakukan maupun mengulangi pelanggaran hukum. Ada beberapa meteri hukum yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut diantaranya adalah tentang masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penyakit masyarakat, kenakalan remaja, pemerintahan desa, dan larangan tentang membuat, mengedarkan usaha rokok ilegal.

Menurut dia, ada beberapa narasumber yang dihadirkan pada penyuluhan hukum ini. Yakni dari Kejaksaaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, kepolisian, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) dan Bagian Hukum sendiri.

“Harapan kita dengan kegiatan ini, pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang hukum meningkat sehingga mereka tidak melakukan perbuatan yang menyimpang,” kata Cosim ditemui di ruang kerjanya, Sebagaimana di kutip (kanalbojonegoro.com),Jum’at (3/10/2014).

Dalam pelaksanaannya, lanjut Cosim, penyuluhan hukum yang diberikan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah setempat yang menjadi lokasi penyuluhan.

“Misalnya, jika di lokasi itu tingkat pelanggarannya tertinggi masalah pencurian kayu, maka kita akan mensosialisasikan tentang hukum pidana umum. Jadi setiap lokasi materi yang kita tekankan berbeda-beda sesuai dengan kondisi sasaran penyuluhan,” ujar mantan pejabat di Dinas Perhubungan Bojonegoro itu.

Cosim mengungkapkan, penyuluhan hukum yang dikemas dengan kesenian tradisional ini lebih mengena dan mudah diterima masyarakat pedesaan. Karena dapat mengundang perhatian masyarakat untuk datang dan mengikuti materi penyuluhan yang disampaikan di sela-sela seni drama dan campursari.

“Dari lima kali kegiatan yang sudah kita laksanakan, antusias masyarakat sangat tinggi untuk datang ke lokasi penyuluhan,” tegas Chosim.

Sesuai jadwal pelaksanaan penyuluhan hukum, untuk tanggal 6 September lalu dilaksanakan di Lapangan Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, 20 September di Lapangan Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, 27 September di Lapangan Desa Pasinan, Kecamatan Baurno, dan 30 September di Lapangan Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras.

Sedangkan pada 2 Oktober dilaksanakan di Lapangan Desa Sumberejo, Kecamatan Sumberejo, 7 Oktober di Lapangan Desa Ngraho, Kecamatan Ngraho, direncanakan pada 13 Oktober dilaksanakan di Lapangan Desa Kanor, Kecamatan Kanor, 14 Oktober di Lapangan Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, 16 Oktober di Lapangan Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, dan terakhir pada 21 Oktober di Lapangan Desa Temayang, Kecamatan Temayang.

Batik "Jonegoroan" Kini Jadi Seragam Konferensi Anak


Bojonegoro Post - Batik "Jonegoroan" dengan motif "Sekar Jati" produksi perajin batik di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan menjadi seragam 36 siswa SD berprestasi dalam Konferensi Anak Indonesia dengan tema "Aksi Kecil Hidup Bersih" di Jakarta, 26-31 Oktober mendatang.

Humas PKK Pemkab Bojonegoro Heru Sugiarto di Bojonegoro, Minggu, mengatakan terpilihnya batik "Jonegoroan" di ajang Konferensi Anak Indonesia tersebut bisa menjadi ajang promosi batik Jonegroan.

Batik motif Sekar Jati itu, merupakan produksi perajin batik "Planet 99", yang menjadi binaan PKK pemkab di daerahnya.

"Kain batik motif Sekar Jati yang akan dimanfaatkan untuk pakaian seragam, sudah dikirimkan kepada panitia Konferensi Anak Indonesia di Jakarta. Soal bentuk pakaiannya akan dikerjakan Panitia Jakarta," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya memilih motif Sekar Jati di antara banyak motif batik Jonegoroan lainnya, karena merupakan ciri khas daerahnya.

"Banyak motif batik Jonegoroan, tetapi motif Sekar Jati bisa mewakili khas Bojonegoro, karena sebagai daerah penghasil kayu jati," paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan sebanyak 36 siswa di ajang Konferensi Anak Indonesia yang digelar Majalah Bobo, bekerja sama dengan "World Bank", Kementerian Kesehatan akan mengenakan seragam batik Jonegoroan dengan motif Sekar Jati.(*)

Pemkab Gelar Festival "Bengawan Bojonegoro"

Bojonegoro Post ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan menggelar festival "Bengawan Bojonegoro", yang akan diisi berbagai kegiatan budaya kesenian di perairan sungai terpanjang di Jawa pada 14-16 Oktober 2014.

"Festival Bengawan Bojonegoro ini merupakan acara andalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-337 Kabupaten Bojonegoro," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Heri Kristianto di Bojonegoro, Selasa.

Sesuai rencana, jelasnya, festival digelar di lokasi Bendung Gerak Bengawan Solo, di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, di lapangan Desa Sukoharjo, dan juga di Kecamatan Kalitidu, serta di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

"Dalam festival Bengawan Solo itu, akan diisi berbagai kegiatan budaya dan kesenian, mulai perahu hias, membaca puisi, juga lomba berenang menyeberang Bengawan Solo," ujarnya.

Ia juga menjelaskan kegiatan memeriahkan HUT kabupaten lainnya, yaitu pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Suroto, parade budaya, dan berbagai kegiatan kesenian lainnya. "Yang jelas, peringatan HUT kabupaten tahun ini dimulai selama dua bulan penuh, sejak awal September," jelasnya.

Ketua Panitia Festival Bengawan Bojonegoro M Kuzaini mengatakan kegiatan festival antara lain pameran fosil purbakala hasil temuan di lembah Bengawan Solo, juga berbagai lomba, mulai lomba perahu "getek", lomba voli "gisik" (di atas pasir), dan lomba sepak bola "gisik".

Ia menambahkan bahwa puncak festival Bengawan Bojonegoro akan dimeriahkan perahu hias yang melibatkan sekitar 100 perahu tambang. "Kami sudah menentukan bentuk perahu hias sesuai dengan karakter masyarakat di tepian Bengawan Solo," ucapnya.

Mengenai lomba berenang menyeberang Bengawan Solo, katanya, sudah dicarikan di lokasi yang airnya tidak terlalu dalam, sebagai usaha mengamankan peserta, selain juga melibatkan Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Bupati Bojonegoro Suyoto juga akan ikut menjadi peserta pengembira lomba menyeberang Bengawan Solo," jelasnya.

Yang jelas, menurut dia, festival Bengawan Bojonegoro akan menjadi agenda setahun sekali bersamaan dengan HUT kabupaten setempat, sebagai usaha mengaet wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan manca negara (wisman) untuk datang berkunjung.

Bojonegoro: Peserta Pelatihan MCL Banyak Menganggur

Bojonegoro Post ~ Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan mayoritas dari 25 tenaga kerja lokal yang pernah menjadi peserta pelatihan bidang migas dari Mobil Cepu Limited (MCL) kini menganggur.

"Tenaga kerja lokal yang sudah memperoleh pelatihan operator lantai bor di Pusdiklat Cepu, Jawa Tengah, hampir semuanya menganggur, karena mereka yang diterima bekerja tidak lebih dari lima orang," kata Kepala Bidang Pengembangan Penempatan Kerja dan Trasmigrasi Disnakertransos Bojonegoro, Joko Santoso, Selasa.

Menurut dia, sebanyak 25 tenaga kerja lokal yang pernah memperoleh pelatihan dengan memanfaatkan dana "community social responsibility" (CSR) Blok Cepu tersebut mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan, karena harus mencari pekerjaan sendiri.

"MCL tidak membantu mencarikan pekerjaan tenaga kerja itu. Mereka harus mencari sendiri-sendiri sampai Jawa Barat, bahkan ke Bali, yang semuanya di wilayah pekerjaan Pertamina," jelasnya.

Menurut dia, sebanyak 25 tenaga kerja lokal itu pernah memperoleh pelatihan lantai dasar bor di Pusdiklat Cepu, Jawa Tengah, atas biaya CSR Migas Blok Cepu yang besarnya Rp36 juta/tenaga kerja selama tiga bulan.

Menindaklanjuti program pelatihan itu, katanya, MCL kembali merekrut 25 tenaga kerja lokal yang akan memperoleh pelatihan bidang migas di Pusdiklat Cepu dengan memanfaatkan dana CSR selama tiga bulan.

"Biaya pelaksanaan pelatihan Rp36 juta/tenaga kerja. Sesuai persyaratan, tenaga kerja yang bisa mengikuti tes penerimaan, di antaranya, warga lokal, minimal pendidikan SLTA, dan usianya maksimal 30 tahun," katanya.

Pelaksanaan tes rekrutmen tertulis dengan materi pengetahuan umum dilaksanakan pada Selasa (19/8) agar netral pelaksana tes dari sebuah lembaga swasta.

Ia menyebutkan tes rekrutmen diikuti 177 peserta yang semuanya warga lokal, yang sebagian besar berijazah SLTA, selain S1 dan D3.

"Peserta yang lolos tes tertulis wajib mengikuti wawancara dan tes kesehatan. Mereka yang diterima akan mengikuti pelatihan operator lantai bor di Pusdiklat, Cepu, gratis mulai 25 Agustus," ucapnya.

Pelatihan serupa pertama kali dilaksanakan PT El Nusa "Petroleum School" yang juga merekrut 25 tenaga kerja lokal yang memperoleh pelatihan bidang migas.

"Kalau tenaga kerja yang direkrut PT El Nusa banyak yang bekerja ke luar negeri di jaringan El Nusa," jelasnya.

Pemkab Bojonegoro Imbau Sekolah Agar Tak Tarik Iuran

Bojonegoro Post ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau sekolah tidak menarik iuran kepada para siswa untuk kegiatan karnaval budaya
dalam memeriahkan HUT kabupaten ke-337, karena merupakan pelanggaran.

"Penarikan iuran kepada para siswa untuk kegiatan pawai budaya tidak dibenarkan," kata Inspektur Inspektorat Pengawas Daerah (Irwasda) Pemkab Bojonegoro Agus Supriyanto, di Bojonegoro, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu, karena menerima pengaduan dari masyarakat mengenai pungutan yang dilakukan sejumlah kepada para siswanya dengan alasan untuk kegiatan pawai
budaya.

"Kami banyak menerima pengaduan baik secara tertulis maupun lesan mengenai adanya tarikan iuran kepada para siswa untuk kegiatan pawai budaya," jelasnya.

Mengenai larangan penarikan iuran kepada siswa, katanya, diatur di dalam Permendikbud No. 60 tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya pendidikan SD dan SMP.

"Sesuai ketentuan itu menarik iuran kepada para siswa SD dan SMP tidak dibenarkan, meskipun ada laporan pemanfaatannya," katanya, menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan tim Irwasda dan Dinas Pendidikan (Disdik), sudah mendatangi langsung ke SDN Kadipaten II dan SMPN Terpadu, yang masuk dalam laporan telah menarik iuran kepada para siswanya.

Di SDN Kadipaten II, menurut dia, guru juga pengurus komite sekolah mengakui telah menarik iuran kepada para siswa yang besarnya Rp80.000/siswa, sehingga uang yang terkumpul sebanyak Rp36 juta, dengan alasan untuk kegiatan pawai budaya.

Di SD Model Terpadu, lanjutnya, guru juga menarik iuran kepada para siswa yang besarnya Rp95.000/siswa, juga dengan alasan untuk kegiatan pawai budaya.

Di dua lembaga pendidikan itu, ia meminta guru dan komite sekolah segera membuat surat untuk disampaikan kepada orang tua/wakil murid yang berisi penjelasan bahwa uang yang ditarik dari para siswa tersebut merupakan sumbangan suka rela.

"Saya juga minta siswa yang tidak mampu dibebaskan dari iuran itu," katanya, menegaskan.

Ia juga mengimbau kepada sekolah lainnya agar tidak ikut menarik iuran kepada para siswanya dengan alasan untuk kegiatan pawai budaya.

Bojonegoro :; Atasi Kekeringan Kanal Zaman Belanda Di Aktifkan


Bojonegoro Post ~ Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali kanal Solo Valley Werken. Kanal dengan panjang sekitar 70 kilometer itu akan difungsikan untuk mengatasi kekeringan sekaligus mengendalikan banjir.

Solo Valley Werken dibangun pada 1930-an bersamaan dengan pembuatan Waduk Pacal. Dua sistem pengendali banjir ini merupakan hibah dari Ratu Belanda Wilhelmina. Lokasinya membentang di jalur selatan, mulai Sungai Bengawan Solo di Karang Nongko, Kecamatan Ngraho, hingga ke Kecamatan Baureno di perbatasan Lamongan.

Data di Dinas Pengairan Bojonegoro menyebutkan lahan Solo Valley Werken seluas 15.240.624 meter persegi. Kanal itu melewati Kecamatan Ngraho, Padangan, Kalitidu, Ngasem, Purwosari, Dander, Kapas, Sumberejo, Balen, Kepohbaru, dan Baureno. Rata-rata lebar kanal itu antara 70 hingga 100 meter dengan kedalaman 4 meter.

Namun selama lebih dari 50 tahun kanal tersebut tidak berfungsi, sehingga lahan kanal sudah banyak yang berubah menjadi permukiman warga, sawah, kebun, fasilitas umum, dan embung (penampungan air). Menurut Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edy Susanto, pihaknya telah mendapatkan lampu hijau dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum untuk memfungsikan kanal kuno itu. "Ya, sudah ada persetujuan," ujarnya, Senin, 23 Juni 2014.

Pemerintah daerah, kata dia, segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang menempati Solo Valley Werken untuk mengosongkan lahan. Edy yakin Solo Valley Werken mampu mengurangi kekeringan di Bojonegoro bagian selatan. Sedangkan jika musim hujan, air bah Sungai Bengawan Solo bisa dipecah sehingga meminimalkan banjir.
 

Video Clip