Otomotif

KIRIM KONTRIBUSI
Pasang Iklan Murah

www.antaraberita.com

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

RahasiaWanita


Tampilkan postingan dengan label Tlogorejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tlogorejo. Tampilkan semua postingan

Bojonegoro :: Kue Pleret Masakan Langka Asal Bakalan Tlogorejo


Bojonegoro Post - Bojonegoro - Indonesia Memang kaya raya akan masakan tradisional,dan buktinya bisa kita lihat sendiri,Begitu banyak makanan tradisional berbagai rasa dan aroma,Khususnya di pulau jawa,

Sangking banyaknya makanan tradisional sehingga tak jarang orang  lupa akan nama masakan khas jawa,Bojonegoro yang terkenal dengan sebutan kota LEDRE ini juga mempunyai masakan tradisional yang sangat langka (Kue Pleret).

Masakan yang terbuat dari tepung beras dan gula merah ini sangat langka,Bahkan warga Bojonegoro dan sekitarnya tidak akan pernah bisa menemukan jenis makanan Berupa Kue Pleret ini.Sangking langkanya.

Tapi tidak untuk Warga Dukuh : Bakalan Desa: Tlogorejo Kec : Kepohbaru Kab: Bojonegoro, Jawa Timur,karena Kue Pleret peningalan nenek moyang ini masih di lestarikan sama warga masyarakat dukuh bakalan, Pada saat perayaan KELEMAN ( Pada waktu tanam padi berumur 60 hari ) Kue pleret yang terbuat dari Tepung Beras dan Gula Merah ini bisa kita jumpai di Dukuh Bakalan Tersebut,


Jika Pembaca penasaran dengan Rasa dan cara pembuatan Kue Pleret yang begitu tradisional ini Datanglah Ke kota Bojonegoro,Tepatnya di Desa Tlogorejo,Dukuh Bakalan.
Berani Mencoba...? Datanglah Ke Kampung Saya................

Minggu Sehat :: Jalan Santai Dan Banjir Hadiah Di Desa Tlogorejo


Bojonegoro Post ~ Minggu Sehat :: Jalan Santai Dan Banjir Hadiah Di Tlogorejo , Hari minggu merupakan hari yang sangat cocok untuk bersantai ria,Tpi bukan berarti bersantai dengan ongkang-ongkang di rumah,Melainkan  bersantai dalam Aktivitas,

Minggu (24/8/2014),Pemerintah desa,Desa Tlogorejo mengadakan berbagai acara dalam Memperingati HUT RI KE-69 di antaranya adalah Jalan Santai Yang Banjir Hadiah,Begitu semangat dan antusias warga masyarakat Desa Tlogorejo dengan adanya perlombaan Jalan Santai Yang Di adakan Pemerintah desa,Desa Tlogorejo.dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang Ke-69.

Menurut panitia penyelengara Acara ini sengaja di gelar Agar masyarakat desa tlogorejo bisa lebih dekat mengenal akan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang di selengarakan tiap setahun sekali,Selain Jalan Santai Panitia Juga mengelar beberapa acara,,,,,Pungkasnya,(red Foto)

Drumban
Lomba Senam
Pelapasan Balon
Pelepasan Balon Oleh Karang Taruna Desa Tlogorejo

Penerimaan Hadiah

Hiburan

Kemerihan Memperingati HUT RI ke-69 Bakalan Tlogorejo



Bojonegoro Post ~ Tlogorejo Dalam Rangka memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia Yang Ke-69 ini,Di setiap RT ,RW ,Dusun,Desa,Kecamatan Dan Kabupaten di seluruh Indonesia,Di isi dengan kegiatan dan Perlombaan,Tak ketinggalan Di Dk : Bakalan Ds:Tlogorejo Kec: Kepohbaru,Kab : Bojonegoro,Karang taruna yang di ketuai Suyatno ( Komeng ) Juga menggelar Acara yang sama,Berbagai perlombaan di adakan,Sepak Bola Wanita antar Rt,Bola Voly antar Rt , sepak bola Pria antar Rt dan Yang paling menarik adalah Lomba memasukkan Jarum dalam botol mengunakan Bokong.



Menurut ketua karang taruna dk bakalan Suyatno Saat di Jumpai bojonegoropost.com,beliau mengatakan bahwa malam hari ini adalah malam semi final acara perlombaan,Sedangkan untuk final akan di adakan pada Hari sabtu malam Minggu nanti...(jrtr)

Ketika Mentari Di Atas Desa Telogorejo


Bojonegoro Post ~ Sebut aja Kang Paijo yang tampak kusut dan nelangsa. Ia membuka caping dan duduk leyeh-leyeh di bawah pohon singkong. Debu kemarau ditiup angin yang panas menerpa wajahnya yang cokelat kehitaman penuh keringat. Ia sedih menatap Bronjong (rombong)yang nangkring di sepeda onthel warisan bapaknya. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Karena perkembangan zaman beronjong (rombong) tidak lagi nagkring di atas sepedah Ontel.Banyak Penguna bronjong yang mengunakan sepedah Motor,Sedangkan Pak Paijo setiap hari dia berjualan sayur dengan onthel dan beronjongnya(rombong).Jelas Pak Paijo Kalah Cepat Dengan Pedagang Lainya...

Mata pak Paijo terpejam sebentar, lalu ia tersentak bangun. Terbayang kata-kata isterinya yang minta uang untuk nyumbang. Hajatan bulan ini memang banyak. Pakdhe Marijo dan Pak De Parto mau mantu sedangkan Lek Dono dan Lek Pardi mau menyunatkan anaknya, dan Yu Nonik kemarin melahirkan. Ada 5 orang punya hajat. Semua harus rewang dan nyumbang karena adat yang berlaku di kampung Kang Paijo ( Tlogorejo ) memang begitu. Aib yg akan di terima jika tidak datang ke tempat orang punya hajat.

Nyumbang, tidak sekadar membawa uang. Tapi harus membawa gawan. Beras, tempe, jipang, kelapa, bihun, gula, teh bahkan kadang rokok 1 selop. Pak Paijo meraba-raba sakunya. Kempes.Pak Paijo bangun dan kembali menjajakan dagangannya. Di terik matahari musim kemarau yang panas itu, tubuh kurusnya terus mengayuh sepeda onthel memasuki gang-gang di Desa Tlogorejo,Untung jalan di gang2 desa Tlogorejo sudah di Papink semua coba kalau blm di papink Kan tambah berat nasib Kang paijo.

Sayur...sayur...! Sayur...sayur...! Sayur... sayur...!Suaranya melengking-lengking menawarkan dagangannya yang masih banyak. Biasanya menjelang Asar banyak ibu-ibu yang membeli sayur. Tapi kali ini sepi. Pak Paijo tak henti-hentinya menawarkan dagangannya. Melengking-lengking memecah kesunyian sore itu,. Lelah, peluh, dan haus memenuhi tubuh kurusnya. Tapi ia tak gentar.(Semangat 45)Setiap peluh yang menetes ia niatkan sebagai ibadah. Mencari nafkah untuk anak dan isterinya.

Beli bandeng, Pak...!Ada ibu-ibu melambai-lambaikan tangannya. Pak Paijo bersyukur. Ia menghentikan onthel-nya dan melayani dengan gembira.Pak Paijo tak henti-hentinya bersyukur. Terbayang isteri dan anak-anaknya di rumah yang rajin beribadah dan mendoakannya. Paijem, isterinya adalah wanita yang taat beragama. Dengan sukarela ia membantu menjaga dapur agar tetap berasap. Bekerja sebagai pemilah sampah di TPA sebelah barat kampung. Bau busuk menyengat tak dihiraukannya. Berpuluh-puluh tahun hidup sederhana dan serba pas-pasan dilaluinya dengan tabah..

 Hari Berikutnya

Pagi ini Pak Paijo tidak berjualan. Sejak bangun pagi Pak Paijo hanya leyeh-leyeh di depan teras rumahnya sambil Nyruput kopi pahit buatan sang istri (paijem)Asap rokok,grendel utama pun mengepul dimulut pak Paijo. Dulu Pak Paijo tidak mau menjadi buruh pabrik karena rawan terkena PHK, pemecatan. Dia memilih menjadi pedagang dengan alasan jika ditekuni akan sukses dan tak ada yang memerintah apalagi memecat dia. Kenyataannya tidak demikian. Sekarang Pak Paijo Hampir kehilangan pekerjaan. Karena kalah cepet dengan pedagang lainya. Memang di desa tlogorejo banyak penjual sayur dan keperluan dapur,tapi tidak mengunakan ontel,
Bu Paijem"Jangan terlalu dirisaukan Pak! Rezeki sudah ada yang mengatur.
Tabah dan tawakal saja!"ucap Bu Paijem sambil menghidangkan ubi rebus.
Iya, tapi kita kan harus tetap berusaha. Aku tak habis pikir,Zaman Maju Tapi Wong Cilik Selalu Susah,
Oalah Kang, kita itu rakyat kecil, wong cilik ongklak-angklik. Untuk apa mikir yang begitu. Lebih baik berpikir cari pekerjaan lain. Apa sampeyan ikut kerja di TPA saja. Daripada menganggur.
Aku ingin merantau saja. Kemarin Pakdhe Karso nawari kerja jadi buruh bangunan di Bojonegoro. Lumayan, sehari Rp 35.000,ucap Pak Paijo sambil menyeruput teh panas buatan isterinya.
Pak, jangan merantau.Di Bojonegoro Kota sana semua kan mahal. Uang Rp 35.000 tidak akan cukup. Di sana juga ramai. Pokoknya mangan ora mangan kumpul.
Kumpul tidak kumpul, yang penting bisa makan.
Terserah Bapak, Aku tetap tidak setuju.;Ucap bu Paijem"

Pak Paijo menarik nafas dalam-dalam, menahannya sebentar, lalu mengembuskannya lewat mulut.bahkan keluar jaga udara dari buntut,(pretttttttt) Terasa berat beban yang ditanggungnya kali ini. Sebagai lelaki, kepala rumah tangga, dia harus bisa menghidupi keluarganya. Bekerja, bekerja dan bekerja. Itulah yang ada di benak Pak Paijo

Pagi yang cerah.Pak Paijo bertekad bulat untuk berangkat ke Bojonegoro. Isteri dan anaknya meskipun dengan berat hati, akhirnya mengizinkan Pak Paijo. Sebelum berangkat,Pak Paijo berpesan pada anak isterinya agar senantiasa mendoakannya. Dipeluknya anak isterinya itu dengan erat.
Empat bulan telah berlalu.Pak Paijo belum juga memberi kabar.Bu Paijem menangis tiap hari. Ia ingin mengabarkan bahwa dirinya hamil. Tapi ke mana ia akan memberi kabar? Alamat suaminya saja tidak tahu. Pakdhe Karso yang dulu menawari kerja juga tidak tahu. Katanya dulu dititipkan temannya di Bojonegoro.

Tiap sore, ketika senja yang berwarna jingga menggantung di langit barat,bu Paijem berteriak-teriak memanggil-manggil nama suaminya.Apa yang terjadi pada Pak Paijo....Ikuti Cerita Berikutnya.
Bersambung................ 
 

Video Clip